DATA BUKU
Judul Buku : Siapa Bilang Menjadi Penulis itu Susah dan Nggak Bisa Kaya
Penulis : Ariyanto M.B.
Editor : Esther M. Tanuadji
Penerbit : Brilliant, Surabaya
Cetakan : Pertama, Mei 2008
Tebal : XVII + 160 hal
Harga : Rp. 50.000,-
JADI PENULIS MISKIN ? NGGAK LAGI…!!
“Saya sudah dua tahun menulis buku, kok nggak pernah selesai…?”
“ Wah menulis itu susah ya….!”
“Ngapain jadi penulis? Nggak bakalan bisa kaya!!
Ungkapan seperti ini kerap kali muncul ketika kita ingin menulis. Bahkan sering menjadi momok bagi penulis-penulis muda dan orang yang ingin belajar menulis. Pada umumnya banyak orang yang berfikir bahwa menjadi penulis itu susah, perlu modal untuk membeli buku, harus punya komputer, tidak bisa jadi gantungan hidup. Pemikiran seperti itu membuat kita merasa kalah sebelum bertanding dan tidak mau menjadi penulis.
Jika dalam buku-buku yang sejenis kita hanya disodori dengan janji-janji bahwa menulis itu mudah asal rajin latihan dengan segudang teori menulis, buku ini hadir dengan pendekatan yang lain. Kita diajak untuk menemukan cara menulis yang paling kita sukai.
Mengutip dasar filosofis dari tokoh-tokoh seperti Hamka, dan Natsir untuk mendasari cara penulisan mempermudah kita dalam belajar menulis. Yang paling umum dilakukan adalah metode Hamka. Beliau mengatakan : “Saya menulis dengan ilham” Dengan cara ini kita tinggal berada di depan mesin ketik atau komputer kemudian menuliskan apapun yang ada dalam pikiran kita. Membiarkan ide dan gagasan mengalir dari awal sampai akhir (hal 18).
“Mulailah dari apa yang ada, karena yang ada itu lebih dari cukup untuk memulai…” kata Muhammad Natsir, menyadarkan kita bahwa menulis tidak butuh banyak. Permasalahan yang ada di sekitar kita sampai dengan peristiwa yang baru hangat dapat menjadi bahan tulisan yang menarik, tinggal bagaimana kita mengolahnya menjadi sajian yang unik dan bernilai berita. Bahkan menulis dengan modal kertas bekas dan pulpen serta uang lima ribu rupiah saja sudah cukup. Pertanyaannya adalah “Kok bisa?” Jelas bisa, kita tinggal tuliskan ide kita di kertas bekas tadi. Berbekal uang lima ribu rupiah kita sudah dapat menyewa warnet untuk mengirimkan naskah itu ke media massa melalui media internet. Mudah cepat dan tidak repot.
Metode yang unik disajikan oleh Silaen dengan cara menulis dahulu gagasan yang muncul. Tidak perduli pada bagian mana gagasan itu akan ditempatkan. Sedangkan metode menulis yang paling mudah dipelajari adalah metode Pram (Yudi Pramuko) yang menekankan kepada kedisiplinan kita menulis. Kita diajak untuk membuat target tulisan minimal setengah halaman sehari atau sehari harus menulis selama setengah jam. Dengan cara ini mau tidak mau kita diajak terus berlatih dan terus berproduksi. Tanpa terasa ternyata kita telah menghasilkan tulisan yang cukup banyak.
Buku ini adalah buku yang revolusioner bagi calon penulis maupun penulis-penulis muda. Penulis buku ini memberi jalan untuk kaya dengan cara menulis. Caranya adalah dengan menjadi enterpreneurwriter. Menurut dia menulis tidak hanya mengandalkan kerja pribadi, tetapi mulai berkembang dengan membangun sebuah tim. Merekrut asisten, menyewa surveyor dan interviewer sampai menggunakan jasa kurir akan mempermudah langkah kita. Penghasilan kita tidak akan berkurang karena menggunakan jasa mereka. Produktivitas yang tinggi akan menutup biaya yang kita keluarkan untuk membayar jasa mereka. Menurut penulis, hal itu bisa memberikan kita ruang untuk menangkap dan menciptakan peluang baru dalam jasa penulisan, seperti menulis biografi tokoh, profil perusahaan, atau jasa menuliskan buku bagi pengusaha dan pejabat.
Menjadi penulis sekaligus enterperneur adalah poin penting dalam buku ini. Mengandalkan hasil dari royalti menulis saja tidak akan menjadikan kita kaya. Mulai mengembangkan sayap dengan membuat usaha-usaha yang masih berkaitan dengan dunia menulis. Melipatgandakan penghasilan kita dengan memperbanyak produksi, juga dengan mencoba menjalankan usaha distribusi buku, media cetak, membuat sekolah menulis, event organizer, sampai menerbitkan buku hasil karya sendiri.
Yang mengesankan dari buku setebal 160 halaman ini adalah informasi dan gambaran-gambaran detail yang diberikan oleh penulis mengenai media massa dan penerbit, bagaimana menembus media cetak, rahasia melakukan penawaran naskah ke penerbit, sampai dengan membuat perhitungan honor dan royalti yang didapatkan. Kemudian bagaimana melipatgandakan pendapatan itu. Keterangan-keterangan dalam buku ini akan sangat membantu Anda yang baru memulai menulis dan belum tahu cara berhubungan dengan media massa dan dunia penerbitan.
erwe