Masih hal bajak-membajak. Teman-teman yang menyukai novel Laskar Pelangi hendaknya berhati-hati dalam membeli. Sebab sudah muncul buku bajakan dari novel serial tetralogi Laskar Pelangi yang sudah terbit ( Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Edensor). Ciri buku bajakan dua buku lain (Sang Pemimpi dan Edensor) bisa ditandai dari cover depan yang lebih pucat dari buku yang asli. Khusus kedua buku ini kertasnya agak berbeda. Oleh karena itu jika dibandingkan tebalnya, kedua buku tersebut lebih tipis dari buku aslinya. Jadi kalau ingin membeli buku tersebut, teliti benar-benar ciri-cirinya.
Harga buku bajakan itu memang lebih murah dari buku yang asli. Gambarannya begini, di tokoku seri Laskar Pelangi dijual dengan diskon 25% (Laskar Pelangi Rp. 60.000 jadi Rp. 45.000; Sang Pemimpi Rp. 40.000 jadi Rp. 30.000; Edensor Rp. 39.000 jadi Rp. 29.000). Nah kalau buku bajakan bisa setengahnya (Laskar Pelangi Rp. 30.000; Sang Pemimpi Rp. 20.000; Edensor Rp. 20.000).Tetapi itu dengan resiko seperti yang aku sebutkan diatas tadi lho! Dengan kenyataan seperti ini masih mau beli buku yang bajakan?
Munculnya versi bajakan dari tetralogi Laskar Pelangi ini menguntungkan atau merugikan bagi Anda tergantung dari Anda menilainya. Tetapi coba kita berfikir jika kita memposisikan diri sebagai Mas Andrea Hirata (penulis novel ini) bagaimana perasaan kita mengetahui kenyataan tersebut. Menurut pendapatku, apapun bentuknya, sebuah pembajakan jelas-jelas tidak menghargai jerih payah pengarang yang melahirkan karya tersebut.
RW


