Allah sedang menunjukkan kuasa-Nya, itu kata pertama ketika aku menyaksikan dengan mata dan kepalaku sendiri. Ya, ini adalah hal yang diluar kebiasaan, dalam hidup aku baru sekali ini melihat pohon korma dapat berbuah di Indonesia, dan itu terjadi di depan halaman masjid di desaku, Dusun Jatisari Desa Jatirenggo Kecamatan Glagah Kabupaten Lamongan Jawa Timur. Kondisi iklim, curah hujan dan data-data geografis yang biasa digunakan untuk menentukan baik tidak tanaman ditanam di suatu daerah seperti yang pernah aku pelajari di bangku kuliah seakan jungkir balik.

Awalnya aku tidak percaya ketika Pak Dhe menceritakan bahwa pohon korma yang beliau tanam di halaman masjid 13 tahun yang lalu telah berbuah. Karena secara keilmuan akan sangat sukar tanaman ini berbuah, sebab untuk berbuah tanaman membutuhkan kondisi tertentu agar dapat terjadi pembuahan dari bunga yang muncul. Tetapi ketika sudah menyaksikan sendiri aku baru percaya. Ternyata kabar tentang berbuahnya pohon korma didepan masjid itu juga sudah banyak menyebar. Bahkan banyak yang kemudian berlebihan dengan mengait-ngaitkan hal ini dengan tahayul. Sampai-sampai pengurus masjid harus membuat pagar di sekeliling tanaman korma yang berbuah tadi agar tanaman itu tidak rusak oleh pengunjung yang berlebihan dalam mensikapi keajaiban yang terjadi ini.

Menurut Pak Dhe, beliau juga tidak menyangka jika korma yang ia tanam ini akan berbuah. Pengalamannya bertani selama berpuluh tahun juga tidak bisa menjelaskan fenomena yang terjadi itu. Beliau selalu mengatakan kepada setiap pengunjung bahwa "Iku kuasane Gusti, manungso mung iso narimo lan sujud marang Gusti "(Itu kekuasaan Allah, manusia hanya bisa menerima dan mensyukuri apa yang diberikan oleh Allah), dari paparan Pak Dhe tadi aku jadi merasa malu kepada Pak Dhe, begitu tawadhu'nya beliau kepada Allah, sedangkan aku yang selalu dianggap Pak Dhe sebagai orang kota, yang pernah belajar tentang ilmu pertanian dan tempat beliau bertanya, tak mampu untuk memaknai kekuasaan Allah tadi.
Fenomena berbuahnya pohon korma ini menyadarkan kepadaku betapa kecilnya aku. Betapa luasnya kuasa dan ilmu Allah. Allahu Akbar.
RW

Awalnya aku tidak percaya ketika Pak Dhe menceritakan bahwa pohon korma yang beliau tanam di halaman masjid 13 tahun yang lalu telah berbuah. Karena secara keilmuan akan sangat sukar tanaman ini berbuah, sebab untuk berbuah tanaman membutuhkan kondisi tertentu agar dapat terjadi pembuahan dari bunga yang muncul. Tetapi ketika sudah menyaksikan sendiri aku baru percaya. Ternyata kabar tentang berbuahnya pohon korma didepan masjid itu juga sudah banyak menyebar. Bahkan banyak yang kemudian berlebihan dengan mengait-ngaitkan hal ini dengan tahayul. Sampai-sampai pengurus masjid harus membuat pagar di sekeliling tanaman korma yang berbuah tadi agar tanaman itu tidak rusak oleh pengunjung yang berlebihan dalam mensikapi keajaiban yang terjadi ini.

Menurut Pak Dhe, beliau juga tidak menyangka jika korma yang ia tanam ini akan berbuah. Pengalamannya bertani selama berpuluh tahun juga tidak bisa menjelaskan fenomena yang terjadi itu. Beliau selalu mengatakan kepada setiap pengunjung bahwa "Iku kuasane Gusti, manungso mung iso narimo lan sujud marang Gusti "(Itu kekuasaan Allah, manusia hanya bisa menerima dan mensyukuri apa yang diberikan oleh Allah), dari paparan Pak Dhe tadi aku jadi merasa malu kepada Pak Dhe, begitu tawadhu'nya beliau kepada Allah, sedangkan aku yang selalu dianggap Pak Dhe sebagai orang kota, yang pernah belajar tentang ilmu pertanian dan tempat beliau bertanya, tak mampu untuk memaknai kekuasaan Allah tadi.
Fenomena berbuahnya pohon korma ini menyadarkan kepadaku betapa kecilnya aku. Betapa luasnya kuasa dan ilmu Allah. Allahu Akbar.
RW


