Beli... beli... beli... tiba-tiba ponakanku berguling-guling sambil menangis. Aku yang baru pertama kali liat ulah yang seperti itu terbengong-bengong. Usut punya usut, beli-beli yang dimaksud itu itu ternyata dia minta dibelikan sesuatu di toko karena merasa dinakali oleh kakaknya. Waktu diajak ke toko untuk membeli barang yang dimaksudkan dia malah kebingungan untuk milih barang yang mau dibeli. Nah lho apa hubungannya antara dinakali dengan beli barang? Aku juga nggak mudeng hubungannya. Tapi ada yang menarik dari kejadian itu. Bahwa budaya konsumerisme ternyata secara pelan-pelan telah menyusup sampai ke anak kecil. Budaya suka belanja bahkan untuk hal-hal yang kita belum tau apa kegunaannya.
Mungkin dalam kasus ini kita bisa berasumsi bahwa, gak semua kok kayak gitu, tergantung ortunya juga. Kalau bisa mendidik anaknya gak begitu-begitu amat. Pendapat itu juga ada benarnya. Tapi yang perlu kita perhatikan adalah sedikit demi sedikit tanpa terasa kita terjatuh dalam jebakan konsumerisme. Pelan tapi pasti dia memcengkeram kita melalui kampanye tentang kemudahan yang akan dinikmati, bungkus yang menarik sampai angan-angan hadiah bermilyar-milyar.
Alih-alih alasan yang digunakan adalah, "Terserah gue dong, gue mampu kok!", atau "Kalau tetangga sebelah bisa kenapa kita tidak?" Eh tapi jangan-jangan kita tidak merasa ya kalau sudah jadi anggota dari bangsa konsumen?
Mungkin dalam kasus ini kita bisa berasumsi bahwa, gak semua kok kayak gitu, tergantung ortunya juga. Kalau bisa mendidik anaknya gak begitu-begitu amat. Pendapat itu juga ada benarnya. Tapi yang perlu kita perhatikan adalah sedikit demi sedikit tanpa terasa kita terjatuh dalam jebakan konsumerisme. Pelan tapi pasti dia memcengkeram kita melalui kampanye tentang kemudahan yang akan dinikmati, bungkus yang menarik sampai angan-angan hadiah bermilyar-milyar.
Alih-alih alasan yang digunakan adalah, "Terserah gue dong, gue mampu kok!", atau "Kalau tetangga sebelah bisa kenapa kita tidak?" Eh tapi jangan-jangan kita tidak merasa ya kalau sudah jadi anggota dari bangsa konsumen?


